Resensi : Kitab Taqrib dan At-Tadzhieb

بسم الله الر حمن الر حيم ؛ الحمد لله وحده القائل في كتابه ؛ فَلَوْ لاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا في الِّديْنِ ؛ اتوبة ١٢٢ ؛ والصلاة والسلام علي من لا نبي بعده القائل فيما أوتي من جوامع الكلم ؛ (مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ) متفق عليه ؛ وعلي اله وصحبه ومن تبعهم باحسانِ ففقه في دين الله عزوجل فعلم و علّم ؛ و بعد ؛

Segala puji hanya bagi Alloh saja, Dzat yang telah berfirman dalam Kitab-Nya :

فَلَوْ لاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama …” (QS. At-Taubah : 122).

Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan pada Nabi yang tiada lagi Nabi sesudahnya, yang sabdanya selalu ringkas dan padat :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Alloh menghendakinya menjadi orang baik, maka akan diberi ia kefahaman dalam ilmu agama”. (HR Muttafaq Alaih).

Mudah-mudahan shalawat dan salam itu terlimpahkan pula kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, juga orang-orang yang mengikuti dengan baik keteladanannya. Mereka yang diberi kefahaman tentang agama Alloh Azza Wa Jalla, yang mengetahui dan mengajarkan. Amma ba’du ;

Adalah Kitab At-Tadzhieb Fi Adillati Matnil Ghayati Wat Taqrib, karangan Syeikh Dr Mushthofa Diebul Bigha, seorang Doktor dalam bidang Hukum Islam. Kitab ini merupakan penjelasan terhadap kitab Matan Taqrib dengan mencantumkan ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits yang mendasarinya. Atau dengan kata lain, merupakan pendalilan terhadap kitab Matan Taqrib.

Disusun sedemikian rupa sehingga dapat membuktikan bahwa apa yang dinyatakan dalam Taqrib adalah bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalil-dalilnya adalah bagaikan benang emas yang mengikat dan menyelempangi hukum-hukum syar’i.

Kitab Taqrib

Adapun kitab Taqrib itu sendiri (“Matnul Ghoyat Wat Taqrib), adalah tergolong kitab terbaik dalam Madzhab Imam Syafi’i. Susunan seorang Ulama besar ; Imam Abu Syuja’, seorang Menteri dan Hakim di Isfahan dengan nama lengkapnya Imam Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Asfahani, yang hidup pada abad V sampai VI Hijriyah (Lahir tahun 434 H, wafat tahun 593 H). Kitab ini termasuk klasifikasi Kitab Fiqih, dan memuat rumusan-rumusan praktis untuk pegangan kaum muslimin dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bentuk dan kandungannya dalam format yang tipis, kecil, tetapi segala bab, segala hukum dan segala masalah-masalah fiqih, baik tentang ibadah, mu’amalah maupun yang lain, semuanya tercakup di dalamnya. Kalimat-kalimatnya cukup singkat, padat, jelas dan lugas.

Taqrib mendapat perhatian yang besar dari para Ulama sesudah Imam Abu Syuja’, sehingga lahir beberapa syarah (penjelasan dan komentar) atasnya, antara lain :

  1. Fatkhul Qorieb, oleh Imam Al-Ghazzie,
  2. Al-Iqna’, oleh Syekh Syarbini Al-Khathib,
  3. Bujairimie Syarah Iqna’, oleh Syekh Sualiaman Al-Bujairimie.

Dan tentu saja, At-tadzhieb ini.

Di kalangan umat Islam, Taqrib sangat amat terkenal, dan tidak ketinggalan di Indonesia, sehingga tiada satu pesantrenpun yang tidak mengajarkan. Beberapa penulis dan Kyai telah pula menerjemahkan, baik kedalam bahasa Indonesia maupun bahasa Daerah. Taqrib diajarkan secara rutin hampir di setiap masjid dan langgar/surau di berbagai tempat di Indonesia, bahkan juga dihapalkan teksnya sebagaimana menghapalkan bacaan shalat. Demikianlah Taqrib telah membudaya di kalangan kaum Muslimin Indonesia.

Pentingnya kehadiran At-tadzhieb

Berbicara tentang umat Islam Indonesia, rupanya kini tengah meniti proses perkembangannya lebih lanjut. Tampak gejala-gejala gerak-kembangnya umat dari –status kuantitas- menuju -status kualitas-, sehingga pada saatnya nanti, Insya Alloh umat Islam Indonesia menjadi umat yang tinggi kuantitas sekaligus kualitasnya. Setinggi Islam itu sendiri, sebagai suatu agama tertinggi yang tiada apapun melebihi ketinggiannya.

Karena tuntutan kualitas itulah, maka dituntut untuk dapat menampilkan kitab-kitab semacam Taqrib ini secara lebih segar dan meyakinkan. Apa yang telah dihasilkan oleh Dr Mushthofa Diebul Bigha dengan At-tadzhieb ini, kiranya dapat kita hargai sebagai ihtiar memenuhi tuntutan tersebut. At-tadzhieb ini menjadi sebuah kitab yang dihiasi dengan manik-manik dalil, yang khusus disusun pengarangnya untuk  memenuhi -kehausan- kaum pelajar atau yang memperdalam ilmu fiqih. Menjadi bashirah dalam agama, menambah yakin dalam syari’at, memantapkan aqidah dan keteduhan di dalam ibadah, serta lurus dalam laku dan gaul.

“At-tadzhieb Fie Adillati Matnil Ghoyah Wat Taqrib”, memberikan isyarah bahwa dalil-dalil adalah bagai benang emas yang mengikat dan menyelempangi hukum-hukum syar’i. Selesai disusun beliau Malam Ahad, 12 Muharram 1398 H / 1 Februari 1978 M.

Walaupun, sebetulnya pembuktian akan benarnya isi muatan kitab-kitab bermadhab Syafi’i itu (Taqrib) bukanlah sesuatu yang luar biasa ; karena dalam beliau2 menyusun madzhabnya telah terlebih dulu mengkaji sedalam-dalamnya terhadap Al-Qur’an, Sunnah Nabi maupun Atsar Sohabat, dan juga ajaran para Ulama sebelum beliau. Sehingga ajaran madzhabnya terjamin kebenarannya dan kesesuaiannya dengan Nash Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Tetapi, penelusuran dari suatu kitab sampai kepada Nash Al-Qur’an maupun Sunnah yang mendasarinya seperti ini, adalah hal patut dihargai serta dicontoh semua pihak serta layak digunakan.

Demikianlah tentang Taqrib dan Attadzhieb.

Akhirnya kita memohon kepada Alloh SWT berkenanlah kiranya mengampuni dosa-dosa kita, Ibu-bapak kita dan orang2 yang mempunyai hak atas kita, mengkaruniakan keikhlasan dalam melakukan kajian kitab ini, dan menerimanya sebagai amal sholeh, sedekah jariyah ilmu yang bermanfaat, lil Islam wal Muslimin Fid–dunya wal akhirah. Amin.  Wallohu a’lam *** (Iqbal1).

Ref. : Fatkhul Qorieb ; Dalil Taqrib ; Matnul Ghoyat Wat Taqrib ; Attadzhieb Fi Adillati Matnil Ghayati Wat Taqrib.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: