Kisah : Aku Kota Ilmu, Ali Pintunya

Februari 18, 2013

Kisah pertama :

Teriakan seorang wanita muda terdengar dari jauh. Tangannya dipegang secara kasar oleh suaminya. Hidungnya berdarah dan mukanya babak belur karena dipukuli. Ia didorong maju secara kuat kehadapan khalifah Umar bin Khattab ra. Ia tersangka telah berbuat zina.

Suaminya marah bukan kepalang. Sambil dilempar di hadapan khalifah Umar, laki laki itu berkata : “Ya Amirul Muminin, perempuan ini telah berzina”. Khalifah Umar pun bertanya : “Apa sebenarnya yang telah terjadi terhadap istrimu ini?”. Dengan sewot ia menjawab : “Ya Amirul Muminin, rajamlah wanita ini. Sesungguhnya ia telah berzina. Aku baru saja kawin 6 bulan, masa sekarang sudah punya anak ?!”.

Setelah perkara itu diselidiki secara seksama, teliti dan semua persyaratan hukum telah dipenuhi, Khalifah Umar bin Khattab pun dengan tegas memutuskan bahwa hukum rajam bagi wanita tadi harus segera dilaksanakan.

Pada saat itu kebetulan Imam Ali bin Abi Thalib ra sedang duduk di samping khalifah Umar ra. Beliau melihat semua yang terjadi terhadap diri wanita itu. beliau pun telah mendengar keputusan yang telah diputuskan khalifah Umar untuk merajamnya. Adapun menurut beliau wanita itu tidak sewajarnya untuk dirajam karena ia tidak bersalah. Maka dengan penuh keberanian, Sayyidina Ali ra berkata kepada khalifah Umar ra “Tunggu dulu ya Amirul Mu’mini, jangan terburu buru memutuskan suatu hukum sebelum mempunyai dalil yang kuat. Sesungguhnya wanita itu tidak bersalah dan tidak berzina”.

Mendengar ungkapan Imam Ali bin Abi Thalib ra, beliau merasa bersalah terburu-buru memutuskan hukuman tanpa bermusyawarat terlebih dahulu kepada para sahabat. Lalu beliau berkata “Ya Aba al-Hasan, bagaimana kamu tahu hukumnya bahwa wanita itu tidak berzina?”.

Dengan lantang Imam Ali pun menjelaskan : “Bukankah Allah berfirman dalam surat Al-Ahqaf ayat 15 yang berbunyi ; “mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”, sedangkan di surat lainya yaitu surat Luqman ayat 14 Allah berfirman : “Dan menyapihnya dalam dua tahun”. Umar bin Khattab ra pun membenarkan penjelasan Imam Ali. Kemudian beliau melanjutkan penjelasanya “Jika masa kandungan dan penyapihan 30 bulan dikurangi masa penyapihan 24 bulan, maka wanita bisa melahirkan anak dalam waktu 6 bulan”.

Mendengar uraian Imam Ali tadi, khalifah Umar menganggukan kepalanya tanda salut atas keputusan beliau. Lalu berkata “Tanpa Ali, Umar bisa binasa”

Kisah kedua :

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab ra sedang duduk dengan para sahabat diantaranya ada Imam Ali bin Abi Thalib. Tiba tiba seorang laki-laki yang tak dikenal datang kepada beliau, parasnya enak dipandang, bersih dan berwibawa. Sambil duduk ia tak henti-hentinya bertasbih dan berdoa.

Melihat tindak tanduk orang tadi Khalifah Umar menjadi penasaran untuk menyapanya. “Apa kabarmu di pagi hari ini?”. Orang itupun menjawab “Alhamdulillah pagi ini aku menyukai fitnah, membenci kebenaran (hak), sholat tanpa wudhu, dan saya memiliki di dunia apa yang tidak dimiliki Allah di langit”.

Wajah khalifah Umar berobah mendengar uraian tamu tadi. Beliau marah bukan kepalang, lalu bangun dari tempat duduknya dan segera memegangnya dengan keras. Imam Ali yang berada di majlis itu tersenyum melihat kelakuan khalifah Umar ra. Beliau pun berkata kepadanya : “Ya Amirul Muminin sabar dulu, apa yang telah dikatakan orang ini sesungguhnya benar”.

Medengar uraian Imam Ali, beliau pun merasa tidak enak karena telah meperlakukan tamu tadi secara kasar. Lalu beliau memandang wajah Imam Ali seraya berkata dengan suara yang agak lunak : “Dapatkan kau terangkan kepadaku kebenarnya?”.

Imam Ali ra bangun dari tempat dukuknya, lalu berkata : “Pertama, ia menyukai fitnah berarti ia menyukai harta benda dan anak, bukankah Allah berfirman dalam ayat Nya surat al Anfal ayat 28 “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak anakmu itu hanyalah fitnah?”.

Kedua, ia membenci kebenaran atau hak. artinya ia membeci kematian. Allah berfirman dalam surat qaf 19 : “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar benarnya (hak). Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”.

Ketiga, ia sholat tanpa wudhu, yaitu sholat kepada Rasulallah saw. Orang yang bershalawat kepada Rasulallah saw tidak wajib harus berwudhu. Adapun yang keempat, ia memiliki di dunia apa yang tidak dimiliki Allah di langit. Maksudnya ia memiliki di dunia anak dan istri yang tidak dimiliki Allah karena Allah adalah Maha Esa, tidak beristri, tidak beranak, dan tidak diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Khalifa Umar ra menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar uraian Imam Ali ra. Lalu berkata : “Seburuk buruknya majlis adalah majlis yang tidak ada abu Al-Hasan (Imam Ali ra).

**

Dari dua kisah di atas jelas sekali kita bisa mengambi suatu bukti bahwa Imam Ali ra memiliki gudang ilmu yang tidak dimiliki para sahabat lainya. “Aku kota ilmu dan Ali pintunya”. Itulah sabda Rasulallah saw yang dicetuskan beliau kepada para sahabat. Alasanya, ketika beliau menerima wahyu, Sayyidina Ali ra adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tesebut setelah istri beliau, Khadijah ra. Pada waktu itu Ali ra masih berusia sekitar 10 tahun.

Pada usia remaja setelah wahyu turun, Imam Ali ra banyak belajar langsung dari Rasulallah saw karena sebagai misanan dan sekali gus merangkat sebagai anak asuh, beliau selalu mendapat kesempatan dekat dengan Rasulallah saw. Hal ini berlanjut sampai belau menjadi menantu Rasulallah saw. Jadi banyak pelajaran pelajaran tertentu yang diajarkan Rasulallah saw kepada beliau yang tidak diajari kepada sahabat sahabat yang lain.

Didikan langsung dari Rasulallah saw kepada imam Ali ra dalam semua ilmu agama baik secara zhahir (syariah) atau secara bathin (tasawuf), banyak menggembleng beliau menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak. Salah satu dari kecerdasan, keberanian dan kebijaksanaan beliau kita bisa lihat dari kisah kisah di atas tadi.

Wallahua’lam

Sumber : hasanalsaggaf.wordpress.com


Catatan : Sholawat Munfarijah

Januari 21, 2013

Sholawat Nariyah / Munfarijah :

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَد وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Ya Allah, semoga Engkau mencurahkan rahmat yang sempurna dan keselamatan yang sempurna atas Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sebab terlepasnya kerumitan dan hilangnya kesusahan, terpenuhinya segala hajat, dan tercapai segala yang disukai serta husnul-khatimah, dan turunnya hujan dari awan, berkat keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan kepada para keluarga dan para sahabatnya pada setiap mata melirik dan jiwa bernafas, sejumlah setiap yang Engkau ketahui.”


Du’a Memasuki Bulan Rajab

Mei 22, 2012

Du’a memasuki bulan Rajab :

اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان

Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana.

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan”.

Selamat memasuki bulan Rajab 1433 H, 22 Mei 2012. Semoga Alloh SWT senantiasa memberkahi kita semua, Amin.


Insert : “Rumah Tanpa Pintu”

April 24, 2012

Abul ‘Ulaa alias Asy’ab nama aslinya Syu’aib bin Jubair, dulunya budak milik ‘Aisyah binti ‘Utsman bin ‘Affan, kemudian dimerdekakan. Ia lantas hidup bergantung pada pemberian atau bersiasat nebeng makanan orang, sampai-sampai dijadikan “ikon” ketamakan. Tamak adalah watak cenderung tergiur pada apa yang ada di tangan orang lain.

Asy’ab memang teramat miskin. Dan tidak berkurang kemiskinannya hingga beristri dan beranak. Suatu hari ia sedang berjalan-jalan dengan anaknya ketika bertemu dengan serombongan orang mengusung jenazah ke kuburan.

“Lihatlah jenazah itu, Nak!” Asy’ab ingin memanfaatkan momentum untuk mendidik anaknya, “mereka membawanya ke rumah yang tak berpintu, tanpa tempat tidur, tanpa makanan, tak ada roti maupun air”.

“Ya ampun, Abah!” anaknya berseru kaget, “jadi mereka akan membawanya ke rumah kita?”.  *** (Terong Gosong).


Insert : Sholat Hadiyah untuk Mayit

Maret 21, 2012

Kematian bagi makhluk hidup adalah suatu kemestian. Meskipun berbeda cara dan penyebabnya sakit, tua, kecelakaan, dan seterusnya. Jasadnya pun, bisa dimana saja, atau musnah sama sekali tanpa bekas. Kematian lambat atau cepat adalah mutlak bagi makhluk termasuk manusia.

Manusia adalah makhluk yang terbebani tanggung jawab dalam hayatnya, terutama terhitung sejak baligh. Perbuatan manusia akan dibalas menurut baik dan buruknya. Pertanggungjawaban mereka akan dihisab kelak di hari Kiamat. Allah sebagai hakim yang adil, takkan keliru dalam menghitung dan mengadili amal setiap orang. Namun, sebelum pembalasan hari Kiamat, nikmat dan siksa kubur benar adanya. Manusia yang telah terpisah jiwa dari raganya, akan didatangi malaikat untuk pertanyaan tentang Tuhan, rasul, pedoman hidup dan seterusnya. Malaikat ini akan bersikap sesuai perintah. Menyiksa dan memberikan nikmat bagi mayit.

Manusia, kecuali para rasul, dalam hidupnya tak lepas dari dosa. Dosa inilah yang lalu mesti ditebus dengan siksa kubur oleh yang bersangkutan. Jerit pedih mereka yang sudah mati memang tak didengar oleh manusia yang hidup. Dalam keterangan Rasulullah, hanya hewan hidup lah yang mendengar jeritan mayit yang tersiksa. Mayit pun harus menanggung kelakuan buruknya di dunia. Mereka hanya bisa menerima siksa tanpa bisa melakukan sesuatu apapun.

Mengingat itu, kita yang masih hidup mesti mengambil satu langkah agar dapat meringankan siksa kubur mayit. Lebih istimewa lagi, kita lakukan terhadap orang yang kita kenal, cintai atau yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, orang tua, guru, atau kiai.

Diantaranya dengan memberikan hadiah kepada mayyit. Hadiah itu bisa berupa shalat dua rakaat atau berupa sedekah yang pahalanya ditujukan kepada mayyit. Seperti yang diterangkan Rasulullah SAW dalam sabdanya :

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا يأتى على الميت أشد من الليلة الأولى, فارحموا بالصدقة من يموت. فمن لم يجد فليصل ركعتين يقرأ فيهما: أي في كل ركعة منهما فاتحة الكتاب مرة, وآية الكرسى مرة, وألهاكم التكاثر مرة, وقل هو الله أحد عشر مرات, ويقول بعد السلام : اللهم إني صليت هذه الصلاة وتعلم ما أريد, اللهم ابعث ثوابها إلى قبر فلان بن فلان فيبعث الله من ساعته إلى قبره ألف ملك مع كل ملك نور وهدية يؤنسونه إلى يوم ينفخ فى الصور

Diriwayatkan dari Rasulullah, Ia bersabda ; “Tiada beban siksa yang lebih keras dari malam pertama kematiannya. Karenanya, kasihanilah mayit itu dengan bersedekah. Siapa yang tidak mampu bersedekah, maka hendaklah sembahyang dua raka‘at. Di setiap raka‘at, ia membaca surat Alfatihah 1 kali, Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur 1 kali, dan surat Al-ikhlash 11 kali. Setelah salam, ia berdoa, -”Allahumma inni shallaitu hadzihis shalata wa ta‘lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila qabri fulan ibni fulan (sebut nama mayit yang kita maksud)”-, Tuhanku, aku telah lakukan sembahyang ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala sembahyangku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud). Niscaya Allah sejak saat itu mengirim 1000 malaikat. Tiap malaikat membawakan cahaya dan hadiah yang akan menghibur mayit sampai hari Kiamat tiba.”  [Syekh Nawawi Albantani, Nihayatuz Zain, (Bandung, Almaarif) Hal. 107].

Hadiah semacam ini dalam tradisi Islam Nusantara dikenal dengan berbagai sebutan sesuai kaedah local masing-masing. Ada yang menyebutnya ‘tahlilan’, ada yang menyebutnya arwahan, ada yang menyebut samadiahan dan lain sebagainya. Semua itu merupakan perilaku terpuji yang telah me-tradisi dalam wacana Islam Nusantara. Begitu pula dengan shalat hadiah dua rakaat untuk mayit, yang kesunnahannya dilakukan saat malam pertama mayit meninggal. Walaupun taka apa pula jika dilakukan setelah jauh-jauh hari sepeninggal si mayit.

Pahala dari berbagai hadiah itu juga mengalir bagi kita yang masih hidup dan melakukannya, seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits :

أن فاعل ذلك له ثواب جسيم منه أنه لا يخرج من الدنيا حتى يرى مكانه فى الجنة

“Siapa saja yang melakukan sedekah atau sembahyang itu, akan mendapat pahala yang besar. Di antaranya, ia takkan meninggalkan dunia sampai melihat tempatnya di surga kelak.”

Sejumlah ulama menganjurkan akan baiknya sembahyang 2 raka‘at ini. Ringan dan mudah dilakukan, “Beruntunglah orang yang melakukan sembahyang ini setiap malam dan menghadiahkan pahalanya untuk mayit kaum muslimin.”

Sebagai umat Islam, kita dipanggil untuk peduli dan menanam bibit kasih sayang terhadap alam, hewan dan manusia baik hidup maupun sudah meninggal. Hanya saja, bentuk kasih yang dipersembahkan mesti disesuaikan bagi penerimanya. Untuk saudara kita yang sudah meninggal, kita bisa melakukan sedekah dan sembahyang 2 raka‘at di atas.

Inilah yang dicontohkan Rasulullah SAW para ulama dan kiai mengawetkan ajaran luhur Rasulullah dengan menuliskan, mengajarkan, menyontohkannya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, ajaran Nabi Muhammad SAW akan lestari hingga hari akhir kelak.

Semoga salinan tulisan ini bermanfaat untuk memperbanyak amal kita.  Wallohu a’lam *** (Ref. Nihayatu Zein).


Nasihat Luqman kepada Anaknya

Maret 9, 2012

Tafsir Indonesia Surat Luqman 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Terjemah (Ma’nahu walloohu subhaana wa ta’alaa bil a’lam) : Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.  (QS. 31 : 13).

Allah SWT memperingatkan kepada Rasulullah SAW nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu. Nasihat itu ialah : “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar”.

Mempersekutukan Allah dikatakan kelaliman, karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu -yang melimpahkan nikmat dan karunia itu-. Dalam hal ini menyamakan Allah SWT sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat sesuatupun.

Dikatakan bahwa perbuatan itu adalah kelaliman yang besar, karena yang disamakan itu ialah Allah SWT Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan menghambakan diri kepada Nya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Ibnu Masud, ia berkata : tatkala turun ayat :

الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون

Artinya : Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al An’am : 82).

Maka timbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah SAW karena mereka berpendapat bahwa amat beratlah rasanya tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman. Lalu mereka berkata kepada Rasulullah SAW : “Siapakah di antara kami yang tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman?. Maka Rasulullah SAW menjawab : “Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman : -Hai anakku, jangan kamu memperserikatkan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman yang besar-”.

Dari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :

يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة

Artinya :  “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (Q.S. At Tahrim : 6).

Jika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Sayidina Luqman sangat melarang anaknya melakukan syirik. Larangan ini adalah suatu larangan yang memang patut di sampaikan Sayidina Luqman kepada putranya karena mengerjakan syirik itu adalah -suatu perbuatan dosa yang paling besar-.

***

Anak adalah -senantiasa yang menghidupkan harapan-. Sambungan hidup dari orang tuanya, cita-cita yang tidak mungkin dapat dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkan anak-nya lah yang akan mencapainya. Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya di samping budi pekerti yang luhur sangat diharapkan agar anak-anaknya menganut dan memiliki semuanya itu di kemudian hari.

Seakan-akan dalam ayat ini diterangkan bahwa Sayidina Luqman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya. Yaitu telah menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur. Cara Sayidina Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim. Semoga dari tulisan ini ada manfaat. Wallohu a’lam *** (iqbal1).


Nuansa Maulid : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren An-najah, Cihuni.

Februari 13, 2012

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Pengajian rutin bulanan di pesantren dan majlis ta’lim “An-najah” Cihuni, Desa Nanjung Jaya – Kec. Kersamanah, Kab. Garut bagi jamaah kaum muslimin yang biasa dilaksanakan setiap hari minggu pertama di awal setiap bulan, pada kesempatan bulan mulud / 12 Rabbi’ul Awwal 1433 H atau bertepatan dengan tanggal 05 Februari 2012 ini bertambah semarak.

Yaitu sebagai -Bulan Akbar- dan -momentum kebangkitan-  melalui takdhiman, wa tasyrifan, wa ta’liman, wa tadzkiran atas junjunan alam Nabi Besar Muhammad SAW yang datang diutus oleh Alloh SWT membawa risalah Islam kepada seluruh ummat manusia. Menjadi rahmat kepada seluruh alam melalui proses -kelahirannya- yang jatuh pada hari Senin, tanggal 12, bulan Rabbi’ul Awwal, tahun Gajah, di Mekah dari ibunda Sayyidah Siti Aminah dan ayahanda Sayyid Abdulloh.

Maulid Nabi SAW ini merupakan karunia paling besar bagi umat Islam. Sangat dianjurkan bergembira menyambutnya sebagai rasa syukur. Ekspresinya boleh dengan berbagai bentuk sepanjang tidak bertentangan dengan syariat agama.

Serta pengajian bulanan kali ini bersamaan dengan khaul ke 35 Almaghfirlah Hadratusy syeikh KHR. Ahmad Djawari Bin KHR. Ahmad Djunaedi Bin KHR. Zarkasih sebagai figur-figur yang telah mendedikasikan seluruh kehidupannya dalam penyebaran agama Islam, khususnya melalui pengelolaan pesantren di kawasan utara Garut ini.

Materi acara meliputi :

Sabtu Siang 04/02/2012 : Pembacaan ayat suci  Al-qur’an 30 Juz, dan munajat du’a serta tahlil dan hadiah pahlanya dalam rangka Khaul Almaghfirlah Hadratusy Syeikh KHR. Ahmad Djawari, pendiri pesantren An-najah ini.

Sabtu Malam : Lailatul ijtima dengan para alumni serta bahtsul masaa’il dan mudharosah rutin kitab tafsir al-qur’anil adhiem “Jalalen” karya Imam Jalaluddin As-suyuthi dan Imam Jalaluddin Al-Mahalli. Dilanjutkan dengan -marhaba- dan pembacaan kitab -iqdul jawahir- atau barjanji dalam rangkaian -imtihan santri- bersama samrah.

Minggu Pagi 05/02/2012 Tabligh Akbar Maulid : Uraian Keutamaan Maulid, bersama Habib Hamid Naufal Bin ‘Alwy Al-Kaff. Du’a dan Tawasul   serta Istighosah untuk kemaslahatan ummat. Manaqib / Pembacaan Biographi Hadratusy Syeikh KHR. Ahmad Djawari serta tabligh dan taushiah mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh beberapa Kiayi Alumni An-najah dari Bandung, Tasikmalaya, Limbangan, Garut, dskt. serta dengan Tabligh Umum oleh KHR. Nuh Addawami pengasuh Pesantren Cisurupan, Garut yang juga sebagai Wakil Ro’is Syuriyah PW NU Jawa Barat.

Kegiatan seperti ini senyatanya sangat efektif dan antusias dihadiri jamaah kaum muslimin dari berbagai peloksok serta mampu menghadirkan kegiatan syi’ar agama Islam supaya tidak meredup. Upaya meng-hidup2-kan kejayaan Islam dan kaum muslimin dalam tatanan baldatun thoyyibatun wa robbul ghofur.

Insya Alloh nuansa maulid Nabi SAW ini menjadi wasilah membawa turunnya berkah dan keridhoan dari Alloh SWT kepada kita sekalian yang percaya dan senantiasa merindukan keselamatan di dunia dan akhirat. Khususnya mendapatkan -syafatul udhma- dari Rasululloh SAW di -yaumil jaza-. Amin.

Selamat dan ucapan terimakasih kami sampaikan kepada santri2 dan panitia serta semua pihak yang telah urun rembug atas terselenggaranya kegiatan yang tertata apik ini. -Allohumma sholli wasallim wa baarik alaih-. Wallohu ‘alam :) *** (Iqbal1).


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.