Ilmu Tauhid Awam : Kitab Nurudh-Dholam, Mengasah Spiritual Jiwa

Syeikh-Nawawi-Iqbal1-1Dangkalnya pemahaman akidah generasi penerus panji-panji Islam sekarang ini banyak disebabkan menjamurnya paham-paham baru yang diusung oleh sekulerisme. Paham sekulerisme berupaya membelokkan akidah Islam dengan berbagai cara lewat pembaharuan ; dan menggeser nilai-nilai moral yang mereka sesuaikan dengan ajaran Islam.

Yang perlu dicermati dari lahirnya paham-paham tersebut, yakni sebuah kontribusi yang menginginkan komunitas Islam terpecah belah dan rapuh !. Para pelakunya menodai kemurnian akidah Islam dengan meracuni jiwa umat Islam yang berorientasi pada pemurnian tauhid yang didasari gaya hidup modern non-Islami. Sehingga banyak dari kaum muslimin yang telah menanggalkan keimanan.

Kitab penting “Aqiidaatul Awaam”, matan Ilmu Tauhid buah karya Syaikh Ahmad Marzuqi yang disusun dan biasa disampaikan dalam bentuk Syair, telah disyarah oleh Syaikh Muhammad Nawawi Asy-Syafi’i (Al-Bantani Al-Jawi) dengan judul “Nurudh Dholam”. Disajikan dengan penjelasan serta faidah tiap baitnya melalui bahasa yang indah dan lugas sehingga mudah dipahami. Beliau Syaikh Nawawi yang digelari Sayyid Ulama Hijaz ini, berusaha mengasah jiwa spiritual kaum muslimin dengan memaparkan siapa yang wajib kita imani, dan membangun kembali nilai-nilai keimanan kaum muslimin yang mulai pudar serta menangkal kekuatiran di atas.

Mempelajari dan paham terhadap ilmu tauhid sendiri, berhukum fardhu ‘ain kepada setiap kaum muslimin mukallap sepanjang akalnya mampu. Mempunyai keyakinan dengan mengemukakan dalil2nya secara ijmali (Garis Besar) maupun tafsili (Terperinci). Berdasar hukum aqli maupun naqli. Dapat memiliki iman secara ma’rifat atau tidak sekedar hanya taklid saja. Kaum muslimin yang taqlid dalam tauhid, imannya sangat disangsikan. Hal ini bisa terjadi, karena iman taqlid senantiasa dihinggapi keragu-raguan, goyah tidak kokoh. Akibatnya, semua peribadahan menjadi sia-sia. Kata qoidah ; “Wa Kullu Man Qolaada Fie Tauhiedi, Imanuhu Lam Yahtali Tardidi ; Saha Jalma Taqlid Dina Patekadan, Imana Teh Teu Suwung Ti Pacengkadan”. Firman Alloh SWT ; “Yaa Ayyuhannasu A’buduu Robbakumul ladzie Kholaqokum.. ; He Manusa, Kudu Taohid Aranjeun Kabeh Ka Pangeran Anu Geus Nyiptakeun Anjeun”. (Q. S.2 ; A.21).

Awwalu wajibin ‘alal insaani ma’rifatulloohi bis tiqooni ; yang pertama kali wajib kepada manusia adalah ma’rifat kepada Alloh SWT dengan sebenar-benarnya (Zubad, Ibnu Ruslan).

 Nadhomnya ;

 Pangheulana Wajib Ka Jalma Ibadah,

 Nyaho Nu Diibadahan Ulah Salah,

Nyaeta Alloh Anu Kapersipatan,

Kasampurnaan Moal Bisa Nyebutan.

Nu Beresih Tina Sakabeh Kakurangan,

Tina Lobana Moal Bisa Milangan.

Dst..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: