Opini : Etika Dalam Jejaring Sosial

Oleh : Iqbal Istiqlal

(Tulisan ini telah Muat di Harian Umum “Radar Bandung”, pada halaman Opini, Kamis 31 Desember 2009).

Konflik hangat yang menyita banyak perhatian mengenai pernyataan isi hati di dunia maya kembali terjadi. Berita yang tengah di gembor-gemborkan di media saat ini adalah kasus Luna Maya yang dianggap telah mencemarkan nama baik wartawan Infotainment. Sejumlah nama lain dari kalangan artis juga pernah mengalami perseteruan dengan para kuli tinta tersebut. Sebut saja Tora Sudiro dan Parto Patrio yang aksinya pernah menggegerkan kanca dunia infotainment.

Kondisi fisik yang lelah karena bermain sinetron atau manggung di sejumlah daerah memang tidak jarang membuat para artis naik pitam. Belum lagi berita-berita miring bersifat pribadi yang mengemuka tanpa sepengetahuan dan klarifikasi dari mereka. Hal ini juga yang diduga menjadi pemicu kekesalan kekasih Ariel itu, sehingga ia memuntahkannya di sebuah akes jejaring sosial.

Padahal sebelumnya ada beberapa kasus yang terkait dengan aktivitas di dunia maya. Azhari bersaudara, Sarah dan Rahma Azhari pernah jadi korban dunia maya. Beberapa foto vulgar mereka pernah beredar di sejumlah situs.

Prita Mulyasari bahkan sempat merasakan dinginnya lantai ruang penjara akibat aktivitasnya di dunia maya. RS Omni Internasional melaporkan Prita karena mengeluhkan layanan rumah sakit ini dalam layanan situs internet. Akibat layanan ini, Prita sempat ditahan selama 21 hari, dia juga diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp 204 juta.

Lain Prita, lain juga halnya dengan masalah yang dialami oleh Evan Brimob. Curhat on line-nya dikecam banyak pihak. Evan yang seorang Bintara di satuan Brimob Polda Sumatra Selatan menceritakan kegusarannya di situs facebook. Akibatnya, Evan menjadi sasaran hujatan pengguna facebook simpatisan KPK.

Kelebihan Internet

Internet telah mengambil peran revolusi komunikasi yang kian kompleks. Ia telah mampu mengatasi ruang dan waktu proses penyebaran informasi di dunia ini. Apalagi internet kemudian diintegrasikan dengan media massa lain seperti televisi, radio, dan media cetak, bahkan media massa selain internet itu pada akhirnya membutuhkan internet sebagai alat penyebaran informasi pula.

Mencurahkan isi hati lewat situs ini memang sedang trend. Akan tetapi, harus pula disadari bahwa apapun yang dimuat bisa disaksikan oleh pengguna situs di seluruh dunia. Terlebih undang-undang informasi dan transaksi elektronik pasal 22 ayat 3 memungkinkan mereka yang merasa nama baiknya tercemar akibat berita seseorang di dunia maya, bisa dikenakan pasal ini.

Sementara itu, pengguna internet di Indonesia, http://www.internetwordstar.com menyebutkan pertumbuhan pengguna internet berkisar 1000 persen selama 10 tahun terakhir. Tahun 2008, total pengguna internet mencapai 25 juta. Jumlah ini sesungguhnya masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta jiwa atau berkisar 10 persen.

Prilaku di Dunia Maya

Kata orang bijak, ucapan dan perbuatan mencerminkan pikiran si pengucap. Kotor ucapannya, maka seperti itulah pikirannya. Jika para bloger atau pengguna jejaring sosial ini ingin menggunakan fasilitas internet, sebaiknya mereka terlebih dahulu memahami etika, etiket dan norma ketika menggunakannya. Karena ketiga hal itu secara konvensional dapat mengatasi masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang jahat.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa perkembangan teknologi komunikasi hususnya di bidang internet berdampak pada pemupukan sifat individu. Perkembangan tersebut akan membawa masyarakat ke dalam koridor pluralitas, padahal kodrat manusia sesungguhnya mahluk sosial. Tanpa adanya etika, etiket dan norma manusia tidak akan mempunyai ‘pegangan’ hidup bermasyarakat dan dikhawatirkan menjadi ‘pemangsa’ bagi sesamanya.

Bagi para bloger atau facebooker serta pengguna situs internet lain, sebaiknya memperhatikan etika berprilaku baik dalam berselancar di dunia maya. Etika berprilaku buruk di dunia maya tak hanya beresiko mengundang sanksi pidana atau perdata di dunia nyata, seperti dijauhi atau dihapus pertemanannya.*** (Iqbal1)

Satu Balasan ke Opini : Etika Dalam Jejaring Sosial

  1. Idan mengatakan:

    Barokallohu fiek ; Alhamdulillah, ini tulisan yg bagus dari seorang berlatar belakang santri. Cukup membanggakan sekaligus mengharukan.

    Kemunculan ‘gagasan ini’ bukti adanya pengakuan tampil dalam tatanan intelektual. Bersinergi menuangkan pendapat untuk ber-sama2 meraih kebaikan via media cetak.
    Halaman opini ‘jawa pos group’ tsb. sangat selektif memuat isi kolomnya ini, meski telah dan dimaksudkan memberi ruang mengembangkan potensi tentunya.

    Tulisan ini Sangat bermanfaat sebagai ‘early warning’ kepada para pengguna jejaring sosial, dll. agar senantiasa hati2 menuangkan uneg2nya. Berguna mengantisipasi resiko dampak buruk dari berselancar di ‘dunia maya’ ini.

    Semoga terus berkembang.
    Salam takdhiem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: