Pesantren Keresek – Cibatu, dan legenda jinnya

Pesantren Keresek

Pesantren Keresek didirikan pada 1887 oleh K.H.- Muhammad Tobrik. Beliau adalah keturunan Mbah Ma’lum dari pesantren Pasir Kondang (Sumur). Sedangkan nama Keresek diambil dari nama kampung tempat pesantren ini berdiri. Setelah didirikan, pengelolaan pesantren diserahkan kepada putranya yang bernama K.H. Ahmad Nahrowi.

K.H. Ahmad Nahrowi dikenal dengan sebutan Mama Bintang, karena pernah diberi bintang tanda jasa oleh pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial menganggap pesantren Keresek telah berjasa memajukan pendidikan masyarakat pribumi dan tidak melakukan pem¬bangkangan kepada pemerintah.

Setelah Mama Bintang wafat, pesantren diserahkan kepada putra nya, K.H. Busrol Karim. Pada saat pesantren dipimpin oleh beliau inilah, terjadi beberapa peristiwa yang bukan saja menggemparkan warga pesantren, tetapi juga warga Keresek pada umumnya. Seperti dikisahkan dalam buku kecil Jin Keresek, keluarga Busrol Karim sempat diganggu oleh jin perempuan yang bernama Siti QoIbuniyah, yang konon jatuh cinta pada sang ajengan. Karena kejahilan jin banyak peristiwa di luar akal yang bersifat gaib muncul dan terkadang mengganggu penghuni pesantren. Namun, pada akhirnya jin itu bisa “dijinakkan” oleh Ajengan Busrol Karim.

Sepeninggal K.H. Busrol Karim, pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh putranya yang bernama K.H. Hasan Basri hingga sekarang. Selain mendalami ilmu agama, Hasan Basri yang sering dipanggil Buya, juga seorang penulis. Buku kecil Jin Keresek, adalah hasil tulisannya yang sebelumnya dimuat secara bersambung di majalah Mangle. Yang menarik, kisah itu ditulis Buya ketika ia aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) semasa kuliah di IAIN Sunan Gunung Jati Bandung. Menurutnya, ia menuliskan kisah itu untuk melawan paham PKI (Partai Komunis Indonesia) dan CGMI (Comite Gerakan Mahasiswa Indonesia) yang berafiliasi pada PKI, karena keduanya sama-sama tidak mempercayai hal-hal gaib. Buya meyakinkan jika hal-hal gaib bukanlah isapan jempol, seperti yang pernah terjadi di Keresek. Terbukti, tulisannya banyak diminati dan disukai masyarakat.

Kini Pesantren Keresek masih menjadi tujuan banyak santri yang ingin mondok. Terutama santri-santri yang ingin memperdalam nahwu sorof dan bilagoh (sastra Arab), karena kedua ilmu itu telah menjadi ciri khas pesantren yang berusia sudah lebih seabad ini. (***)

Diperoleh dari “http://garutpedia.garutkab.go.id/

3 Balasan ke Pesantren Keresek – Cibatu, dan legenda jinnya

  1. Hasan Manurung mengatakan:

    Alangkah mulianya hati orang-orang yang sudi membuat tulisan mengandung pelajaran bahasa Arab, seperti nahu dan lain sebagainya, mudah-mudahan tangan dan pikiran antum terus berkarya untuk dimanfaatkan orang ramai, bahasa Arab adalah bahasa Nabi kita mari kita shalawat padanya.Sekiranya penduduk dunia mengetahui betapa mulianya hati Rasullullah itu niscaya mereka akan rasa ingin berjumpa, bagi orang kafir akan masuk Islam.

    • iqbal1 mengatakan:

      Amien ; Tks atas kunjungan serta respons akhi Hasan. Semoga hal yg sedikit ini bermanfaat.

      Allohummaa shollie ‘ala Sayidinaa Muhammad wa ‘ala aali wa ahlihi wa shohbihi ajmaien, amien.

  2. Aceng salim mengatakan:

    Assalamu’alaikujm. .
    Kang,maaf mau bertanya kalau dri pesantren keresek dekat ke MAN 1 CIBATU GARUT?. .

    Mohon dijelaskan,,
    Terima Kasih. .

    Bisa bls ke
    a.salim44153@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: