Wacana : Pengantar Psikologi Islam

PSIKOLOGI, sebagai disiplin ilmu modern, telah mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai penemuan, riset, dan metode telah dihasilkan dan dikembangkan untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.

Berbagai gelombang telah bergulir di ranah psikologi. Mulai dari psikoanalisa, behaviorisme, humanistik, sampai kepada psikologi transpersonal. Namun, menurut pengamatan, perkembangan-perkembangan mutakhir dalam psikologi modern ini belum mampu mengobati “luka” akibat terpaan sekularisasi yang melanda dirinya. Karena itu psikologi modern hingga saat ini masih belum sanggup mengangkat martabat “jiwa” ke tataran yang lebih tinggi daripada tataran fisik-neurologis. Sehingga tetap saja psikologi modern adalah “brain-based psychology”. Yakni psikologi berbasis otak.

Adapun problem atau kerugian dari psikologi semacam ini, dari sudut pandangan religius, adalah bahwa ia (baca: psikologi modern) tidak dapat dijadikan sebagai dukungan bagi kepercayaan orang-orang beragama terhadap hari akhir. Sebab psikologi berbasis otak akan mengatakan bahwa, karena jiwa tidak lain daripada sekedar fungsi neurologis otak, maka ketika otaknya mati atau hancur dalam peristiwa kematian, maka seluruh eksistensi manusia tersebut akan berakhir. Tidak ada lagi yang “survive” setelah kematian untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan-perbuatannya di akhirat nanti. Karena itu alih-alih menjadi pendukung bagi kepercayaan agama pada hari akhir, psikologi modern akan menjadikan kepercayaan padanya (baca: hari akhir) tidak bermakna. Karena apa artinya percaya pada hari akhir, kalau tidak ada sesuatu apapun yang “survive” atau bertahan hidup setelah kematian. Kalau toh pada akhirnya jiwa harus musnah bersama musnahnya tubuh fisik ini.

Ini adalah salah satu problem besar yang dihadapi umat beragama dari psikologi modern. Problem lain yang mungkin bisa dikemukakan di sini terkait dengan batasan ilmiah psikologi yang tidak memungkinkan pembahasan-pembahasan yang lebih transenden tentang jiwa manusia. Pembatasan ilmiah psikologi pada dunia empiris menyebabkan psikologi modern tidak diizinkan untuk berbicara tentang “materia psikologia” yang telah menjadi ciri utama psikologi pra-modern, seperti immaterialitas jiwa dan keabadian (immortalitas) jiwa.

Demikian juga topik-topik tertentu yang menjadi bahan-bahan menarik pada psikologi Sufistik, seperti jiwa, ruh, hati dan sub-divisi-sub-divisinya tidak akan mendapat tempat yang “legitimate” dalam ranah psikologi modern, karena telah dianggap berada di luar lingkup sains. Padahal topik-topik (Sufistik) tersebut sangat penting dibicarakan, dipahami dan diamalkan untuk mengobati krisis spiritual yang pada saat ini nampak cerderung memburuk. Karena telah tercerabut dari akar spiritualnya, psikologi modern sukar sekali diharapkan dapat mengobati krisis spiritual yang dihadapi tsb.  Maka, menurut hematnya psikologi alternatif yang bersifat “spiritual oriented” perlu disajikan sebagai salah satu tawaran solusi terhadap krisis spiritual dunia modern.

Dua problem di atas inilah yang pada dasarnya mendorong penelitian dan penulisan sebuah psikologi alternatif, kalau boleh dikatakan demikian, yaitu psikologi Islam, yang digali dari sumber-sumber klasik Islam, khususnya sumber-sumber filosofis dan sufistik. Ini masih perlu dikaji dan didiskusikan, karena karya-karya seperti ini masih belum banyak ditulis.** (Iqbal1)

Judul asli “PENGANTAR PSIKOLOGI ISLAM”. Oleh Mulyadhi Kartanegara dalam http://ahmadsamantho.wordpress.com

4 Balasan ke Wacana : Pengantar Psikologi Islam

  1. Idan mengatakan:

    Psikologi Islam atau ilmu nafs (bahasa Arab : “jiwa”) adalah salah satu ilmu pada zaman keemasan Islam yang memiliki kemiripan dengan Psikologi modern. Tokoh yang berperan dalam ilmu ini antara lain, Al-Kindi dan Al-Farabi yang merupakan pencetus terapi musik.

  2. lia sikupu mengatakan:

    Saya pernah mengikuti kelas psikologi islam yang diampu Prof. Mulyadhi, subhanallah mencerahkan sekali.

    • iqbal1 mengatakan:

      Tks Ukhti Lia, postingan ini terinspirasi juga untuk penajaman masalah dan bahan penelitian penyusunan skripsi yg tengah dilakukan seorg Mahasiswi Jur. Psikologi – Universitas Maranatha, Bdg yg tertarik dg pesantren dan keislaman. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: