Asror : Karim Suryadi dan Geng Motor

GELAR ajengan atau kiai merupakan ungkapan rasa hormat masyarakat kepada seseorang yang dianggap saleh dan memiliki komitmen keagamaan yang kuat. Persoalannya, bagaimana kalau yang memberi gelar itu gerombolan geng motor yang akan membuat onar dan chaos?. Inilah yang dialami Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si. (40) saat pulang ke kediaman orang tuanya di Subang, Sabtu (25/9) malam lalu.

Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, malam itu sedang melintas di Subang, tepatnya di perempatan depan Wisma Karya. Tiba-tiba, dia terjebak di antara dua gerombolan geng motor yang tengah kejar-kejaran. Beberapa anggota geng motor itu menunjuk-nunjuk wajah Karim sambil matanya melotot. Ia pun sempat panik, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan pasrah.

Maka, Karim pun diminta membuka kaca mobil depan. Dia berusaha tegar dan berteriak, “Aing mah urang dieu, rek balik (Saya orang sini, mau pulang),” ujar Karim.

Sesungguhnya, suara Karim tidak begitu terdengar keras, sebab dia sembari mengeraskan tape recorder di mobilnya yang sedang membaca murattal Alquran. Karena mendengar suara bacaan Kitab Suci ini, anggota geng motor justru mundur. “Ieu mah ajengan (Ini ajengan),” kata anggota geng motor itu sembari mendorong anggota geng motor lainnya agar memberi kesempatan kepada Karim agar memutar balik. Maka, setelah mobilnya memutar, Karim segera tancap gas.

“Saya bersyukur, kaset murattal yang saya beli saat berhaji tahun lalu ternyata bermanfaat. Kata para ajengan beneran, kalau menghadapi bahaya seperti itu, kita bisa membaca Shumun bukmun ’umyum fahum la yarji’uuuun…. Tetapi alhamdulillah, meskipun saya lupa membacanya, sudah berhasil kabur dan selamat,” kata Karim. (Wakhudin/”PR”) ***

3 Balasan ke Asror : Karim Suryadi dan Geng Motor

  1. ilham fs mengatakan:

    wah prof saya heran,, apa ya yg diincar anak2 geng motor sama seorang prof karim????

  2. Idan mengatakan:

    Subhanalloh.. pengalaman yg menarik. Beliau mendapat pertolongan dg asrornya Kalamulloh.
    Saya mengenal Prof. Karim sbg ilmuwan yg dekat dg kalangan pesantren. Terdapat tulisan beliau di blog ini :
    https://iqbal1.wordpress.com/2010/01/15/ijtihad-politik-guru-bangsa/

  3. iqbal1 mengatakan:

    Tks atas komentar & kunjungan2nya menyimak. Posting ini sbg renungan ringan yg dapat diambil banyak manfaatnya.
    Fenomena geng motor yg menjadi masalah akibat ulah negarif beberapa oknumnya harus menjadi pemikiran bersama mengatasinya. Bagaimanapun mereka adalah saudara2 kita, bagian dari generasi masa depan. Perlu pembinaan menyalurkan aktivitas supaya positif, menuntaskan akar masalahnya secara komprehensif. Ekspresi yg mereka tunjukan tdk harus ditanggapi ekstrim. Kalau dibiarkan berlarut, tentu akan selalu menjadi momok sosial dan endemi dekadensi ahlak.
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: