Ilmu Shorof : Pembagian Fi’il

Ref. : https://iqbal1.wordpress.com/2010/10/04/ilmu-shorof-syarah-kailani/

Setelah sebelumnya mendefinisikan kata Tashrif menurut Bahasa dan Istilah. Dilanjutkan mengenai Fi’il dan Pembagian Fi’il. Fi’il (kata kerja) adalah kalimat (Bahasa Indonesia: kata) yang memiliki arti pada dirinya sendiri dan berhubungan dengan waktu, yaitu waktu Maadhi (lampau) Haal (sekarang) dan Istiqbaal (akan datang).

Kailani, 2 :

ثُمَّ الْفِعْلُ اِمَّا ثُلاَثِيٌّ وَاِمَّا رُباَعِيٌّ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا اِمَّا مُجَرَّدٌ أَوْ مَزِيْدٌ فِيْهِ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهَا إِمَّا سَالِمٌ أَوْ غَيْرُ سَالِمٍ

Kemudian Fi’il itu, satu sisi: ada yang berbangsa tiga huruf (Tsulatsiy), dan pada sisi yang lain: ada yang berbangsa empat huruf (Ruba’iy). Dan masing-masing dari kedua bangsa itu, adakalanya Mujarrad atau adakalanya Mazid. Dan tiap-tiap satu dari semuanya, baik ada yang Salim atau ada yang Ghair Salim.

Kailani, Pembagian Fi'il

Keterangan :

(1). Fi’il Tsulatsiy, yaitu Fi’il yang asal huruf-hurufnya adalah tiga. seperti ضَرَبَ dho-ro-ba, arti: memukul.

(2). Fi’il Ruba’iy, yaitu Fi’il yang asal huruf-hurufnya adalah empat. seperti دَحْرَجَ da-kh-ra-ja, arti: menggelincirkan.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa semua Asal huruf-huruf Fi’il itu terfokus hanya kepada dua pembagian Fi’il tsb yaitu Tsulatsiy dan Ruba’iy. Sebagai patokan bahwa tidak ada asal huruf Fi’il itu kurang dari tiga, atau lebih dari empat. Ketetapan ini sudah diakui merupakan pengkajian dari kalam Arab.

» Dan masing-masing dari kedua bangsa itu, adakalanya Mujarrad atau adakalanya Mazid.

(1). Mujarrad, artinya sepi dari tambahan pada asal huruf-hurufnya.

(2). Mazid, artinya ada penambahan pada asal huruf-hurufnya, baik tambahan satu huruf atau lebih, seperti: أَضْرَبَ a-dh-ra-ba arti: mendiami. dan تَدَحْرَجَ ta-da-kh-ra-ja arti: tergelincir.

 » Dan tiap-tiap satu dari semuanya, baik ada yang Salim atau ada yang Ghair Salim.

(1). Salim, artinya selamat pada Asal huruf-hurufnya daripada terdiri dari huruf Illat, Hamzah, dan Tadh’if .

Contoh :

 ضَرَبَ دَحْرَجَ

(2). Ghair Salim, artinya tidak selamat pada asal huruf-hurufnya daripada terdiri dari huruf Illat, Hamzah, dan Tadh’if .

Contoh :

 وَعَدَ زَلْزَلَ 

(Ibnu Toha)

6 Balasan ke Ilmu Shorof : Pembagian Fi’il

  1. ali fikri mengatakan:

    mohon refrensi lain selain kitab shorof kailani

  2. Huda ibnu kholis mengatakan:

    Alhamdulillah…
    Pnjelasan-a mdah d phmi bwt pemula sperti saya…
    Tapi sya krang pham dg kalimat2 istilah-a sperti tadh’if..
    Mhon glosarium-a

    • idan mengatakan:

      Tadh’if = Dobel Huruf / Fi’il Dobel. Yaitu jika huruf ain fi’ilnya, lam fi’ilnya terdiri dari huruf yg sama (Kembar/ganda).
      Contoh : Rodda, Madda. Bentuk fi’il ini biasa merupakan fi’il Goer Salim, karena huruf asalnya tidak sebanding dg fa, ain dan lam pada wazan fa-a-la (Didobel ain fi’ilnya). Menurut Kailani :

      وَنَعْنِيْ بِالسَّالِمِ مَا سَلِمَتْ حُرُوْفُهُ اْلاَصْلِيَّةُ الَّتِيْ تُقَابَلُ بِالْفَاءِ وَالْعَيْنِ وَالاَّمِ مِنْ حُرُوْفِ الْعِلَّةِ وَالْهَمْزَةِ وَالـتَّضْعِيْفِ.

      Dan kami mengartikan tentang Fi’il Salim : adalah kalimat yang huruf-huruf aslinya yang terdiri dari Fa’ Fi’il, ‘Ain Fi’il, dan Lam Fi’il, (Dari Wazan Fa’ala) Selamat / terhindar dari huruf-huruf ‘Illat, Hamzah, dan Tadh’if.

      Tadh’if bisa juga dg penambah memfaidahkan kpd fi’il muta’adi (fi’il yg perlu ada subjek dan objek) dari ghoer muta’adi/fi’il lazim (fi’il yg tdk butuh maf’ul, hanya fa’il saja). Contoh : Farrohtu Zaidan (Sy telah menggembirakan Zaid / tadh’if ain fi’ilnya), asalnya Fariha Zaedun (Zaid Gembira).

      Tadh’if, mujarodnya dho’afa, artinya lemah. Setelah didobel / ditambah, artinya jadi melemahkan.

      Hamzah : Yaitu kalimah fi’il yang asal huruf-hurufnya ada huruf hamzah (pada Fa, ‘Ain, dan Lam fi’ilnya).
      Apabila posisi Huruf Hamzah menempati Fa’ Fi’il, maka dinamakan Bina’ Mahmuz Fa’.
      Contoh : أ َمَلَ
      Apabila Huruf Hamzah berada pada ‘Ain Fi’il, dinamakan Bina’ Mahmuz ‘Ain.
      Contoh : سَأ َلَ
      Apabila Huruf Hamzah menempat posisi Lam Fi’il, maka disebut Bina’ Mahmuz Lam.
      Contoh : قَر َأَ

      Adapun Huruf ‘Ilat ialah : Ya, Wawu, dan Alif.
      ‘Ilat artinya sebab atau penyakit. Dinamakan demikian lantaran huruf2 ilat itu sering jadi sebab buat memanjangkan lain huruf. Dan juga sering dibuang dari satu kalimat lantaran tidak perlu sebagaimana dibuang suatu yg berpenyakit.

  3. iqbal1 mengatakan:

    Tks untk. semua sahabat2 yg telah menyimak serta memberikan komentar. Semoga bermanfaat, serta insya Alloh kita senantiasa saling du’a mendu’akan….

    Catatan Tadh’if : Maksud tadh’if disini adalah dari fi’il tsulatsiy yaitu : jika ‘ain fi’il dan lam fi’ilnya terdiri dari huruf yang sejenis. Misal رَدَّ “Ra-d-da”. Dan maksud tadh’if dari fi’il ruba’iy yaitu : jika fa’ fi’il dan lam fi’il pertama sejenis, juga ‘ain fi’il dan lam fi’il kedua sejenis. Misalnnya: زَلْزَلَ “Za-l-za-la”. سَلْسَلَ “Sa-l-sa-la”.

  4. ayudww mengatakan:

    assalamualaikum
    nak tanya boleh, maaaf kalau tajuknya lari, boleh x bagi contoh fi’il mutaadi yang ada 3 maful lumbih dan penerangannya sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s