Fiqih : Kulit Bangkai

Lanjutan Bab Thoharoh (Bersuci)

فصل ؛ وجلود الميتة تطهر بالدباغ الا جلد الكلب والخنزير وما تولد منهما اومن احدهما وعظم الميتة وشعرها نجس الا الادمي  ؛ دليل تقريب \ التذهب

(Sebuah Fasal) Kulit-kulit bangkai binatang bisa menjadi suci dengan disamak 1), kecuali kulit anjing dan babi 2) dan hewan yang lahir  dari keduanya, atau salah satunya.

Tulang dan bulu bangkai itu najis, kecuali (tulang dan bulu/rambut) bangkai / mayat manusia 3).

Keterangan :

1)    Imam Muslim meriwayatkan dari Sahabat Sayidina Abdullah bin Abbas RA, ia berkata ; saya mendengar Rasululloh SAW bersabda :

 اذَا دُبِغَ الْاِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ

“Bila kulit telah disamak maka telah menjadi suci”.

Disamak = Dihilangkan sisa-sisa daging dan air dagingnya yang membusukkan sehingga tidak akan busuk dan hancur bila direndam dalam air sesudah itu.

2)    Karena kedua binatang itu ketika asal hidupnya sudah najis, lebih-lebih ketika telah menjadi bangkai.

3)    Berdasar firman Alloh SWT :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْميْتَةُ ؛ الماءدة ٣

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai” (Q.S. Al-Maaidah 3)

Bangkai adalah semua hewan yang telah hilang nyawanya tanpa melalui penyembelihan yang sah menurut syara’. Termasuk di dalamnya, hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya bila disembelih, seperti himar. Atau hewan-hewan yang halal (boleh dimakan dagingnya) tetapi tidak memenuhi syarat penyembelihan, seperti karena si penyembelih orang murtad, walaupun dari segi kesehatan tidak membahayakan.

Larangan (Pengharaman) memakan bangkai ini menunjukkan kenajisannya. Karena larangan yang bukan sebab madharat atau sebab kemuliaannya menunjukkan kenajisannya, yang berarti seluruh bagian-bagian tubuhnya juga najis.

Adapun manusia, maka mayatnya tidak najis, demikian juga bagian-bagian tubuhnya. Berdasarkan firman Alloh ta’ala ;

وَلَقَدْ كَرَمْنَا بَنِيْ ا’دَمَ ؛ الاسراء ٧٠

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam”. (Q.S. Al-Isra’ 70).

Firman Alloh SWT di atas membantah pendapat yang mengatakan akan najisnya mayat manusia. Juga menerangkan akan keharamannya mengambil dagingnya (mayat) karena sebab kemuliaannya / kehormatannya. Wallohu a’lam *** (Iqbal1 ; Taqrieb / Attadhib).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: