Fiqih : Fardu Wudu

Lanjutan Bab Thoharoh (Bersuci)

فصل ؛ و فروض الوضوء ستة اشياء ؛ النية عند غسل الوجه و غسل الوجه و غسل اليدين الى المرفقين و مسح بعض الرأس و غسل الرزلين الى الكعبين و الترتيب على ماذكرناه ؛ التذهيب ص ١٣ ~ ١٤ , داليل تقريب

(Adapun ini adalah sebuah fasal) ; Fardu (hal-hal yang harus dilakukan dalam) wudu ada enam, yaitu : 1. Niat ketika membasuh wajah, 2. Membasuh muka/wajah, 3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku, 4. Mengusap sebagian dari kepala, 5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, 6. Tartib (menurut urut2an yang telah aku sebutkan di atas *1). (Matan Taqrieb / Attadzhieb ; 13-14).

Penjelasan :

*1)  Dasar disyari’atkannya wudu, dan ketetapan wajibnya adalah firman Alloh SWT :

يَاأَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَا فِقِ وَ امْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِْ

Terjemah : “Hai orang2 yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (QS Al-Maidah ; 6).

Kedua siku dan mata kaki termasuk anggota yang wajib dibasuh. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Sahabat Abu Hurairoh ra, bahwasanya ia (Abu Hurairoh) berwudu, membasuh mukanya dan menyempurnakan (basuhan) wudunya. Kemudian membasuh tangannya yang kanan sampai pada lengan atasnya. Dan membasuh tangan kirinya, juga sampai lengan atasnya. Kemudian mengusap kepalanya, dan membasuh kaki kanannya sampai pada betisnya. Kemudian membasuh kaki kirinya juga sampai betisnya. Lalu katanya : Demikianlah aku melihat Rasululloh SAW berwudu.

Makna ‘bi ru-uusikum’ adalah bagian dari kepala. Sebagaimana ditunjukkan oleh riwayat Imam Muslim dan lain-lain dari Sahabat Al-Mughiroh ra :

ان النبي صلى الله عليه و سلم توضاء فمسح بنا صيته و على العمامتة

“Sesungguhnya Rosululloh SAW berwudu, lalu mengusap ubun-ubunnya, dan mengusap sorbannya”.

Ubun-ubun adalah bagian depan kepala, dan ia termasuk bagian dari kepala. Dalam beliau mencukupkan mengusap ubun-ubunnya, menunjukkan bahwa mengusap sebagian kepala adalah termasuk fardu, dan dapat dilakukan pada bagian mana saja asal masih dalam batas kepala.

Sedang dalil kefarduan niat pada awal wudu –-atau pada ibadah-ibadah lain yang diharuskan berniat– adalah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari hadits Sayidina Umar bin Khattab ra katanya :  Aku mendengar Rasululloh SAW bersabda ;

انما الاعمال بالنيات

“Bahwasannya segala amal (harus disertai) niat”.

Maksudnya : secara syara amal-amal tidak akan dianggap sah bila tanpa disertai niat.

Sedang dalil diwajibkannya tartib –-sebagaimana yang telah diterangkan di atas– adalah perbuatan Nabi SAW yang ada dalam hadits-hadits shoheh. Diantaranya adalah hadits Abu Hurairoh di atas.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu berkata : “Dari As-sunnah, para ulama madzhab Imam Syafi’i berhujah dengan beberapa hadits shoheh yang diambil dari riwayat-riwayat beberapa golongan sohabat dalam hal bentuk/sifat dari wudu Rosululloh SAW semuanya –-dari sekian banyak perawi dan tempat dimana mereka melihat Rosululloh SAW berwudu, serta perbedaan periwayatan mereka dalam hal sekali (basuhan/usapan), dua kali atau tiga kali dan lain-lainnya— meriwayatkan akan tartibnya wudu Rosululloh SAW. Dalam periwayatan mereka tidak terdapat (sebuah pun) riwayat tidak tartibnya wudu beliau SAW walaupun dalam hal-hal yang lain (mis: basuhan/usapan) terdapat perbedaan. Apa yang dilakukan Nabi SAW adalah penjelasan terhadap wudu yang diperintahkan. Bila tartib ini boleh ditinggalkan, musti beliau sekali waktu meninggalkan tartib ini untuk menjelaskan kebolehannya, sebagaimana beliau meninggalkan pengulangan (basuhan/usapan) di beberapa kesempatan” (Al-Majmu :  1 / 484). Wallohu a’lam *** (Iqbal  ; Ref.  Attadzhieb , 13 -14).

2 Balasan ke Fiqih : Fardu Wudu

  1. radioASWAJA mengatakan:

    @admint
    script RADIO ASWAJA

    Bagi anda yang memiliki website atau blog sendiri juga dapat menambahkan radio-radio online tersebut pada situs anda. Dengan tambahan live streaming radio pada situs anda tersebut dapat memberi kesan yang menarik dan mempercantik website atau blog anda. Pengunjung situs anda juga dapat menikmati sajian acara-acara yang disuguhkan oleh stasiun radio tersebut. Alhasil, pengunjung situs anda dapat lebih berlama-lama mengakses situs anda karena ingin mendengarkan radio online yang anda pasang tesebut dan ini dapat meningkatkan trafik kunjungan ke situs anda. Dan tentu saja website anda diharapkan akan lebih populer.
    http://www.elhooda.com/2011/11/daftar-kode-script-radio-ahlussunnah-wal-jamaah-untuk-blog/comment-page-1/#comment-6149

  2. ashofa2 mengatakan:

    Assalamu alaikum wr wb.

    Neda widi pangersa ajengan , seja nyandak referensi sadayana postingan kanggo di blog masjid ashofa.

    Hatur nuhun kasaenana.

    Wassalamu alaikum wr wb.
    Masjid Ashofa – Badg.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: