Fiqih : Istinja (Bersuci dengan Batu)

Lanjutan Bab Thoharoh (Kitab Bersuci) : Bersuci dengan Batu (Istinja)

فصل ؛ و الاستنجاء واجب من البول و الغائط و الافضل ان يستنجي بالاحجار ثم يتبعها بالماء و يجوز ان يقتصر علي الماء او علي ثلاثة احجار ينقي بهن المحل فاذا اراد الاقتصار علي احدهما فالماء افضل ؛ التذهيب

(Adapun ini adalah sebuah Fasal) ; Bersuci setelah buang air kecil (kencing) dan buang air besar adalah wajib. Dan yang afdhol adalah bila (seseorang) bersuci dengan beberapa buah batu, kemudian diikuti dengan air. Mencukupkan dengan air saja, atau dengan tiga buah batu yang bisa membersihkan tempat (keluarnya najis) adalah boleh. Namun bila hendak mencukupkan dengan salah satunya, yang lebih afdhol adalah dengan air 1).

Penjelasan :

1)     Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sayidina Anas bin Malik ra ia berkata : Adalah Rasululloh SAW masuk ke ‘kamar kecil’. Aku dan seorang teman sebayaku membawakan bejana air dan tombak kecil. Kemudian beliau beristinja (bersuci) dengan air. Al-Bukhari dan lain2 meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra ia berkata : “Bahwasannya Nabi SAW pergi menuju ‘kamar kecil’ dan memerintahkan agar aku membawakan tiga buah batu”.

Abu Daud dan lain-lain meriwayatkan dari Aisyah ra bahwasannya Rasululloh SAW bersabda :

اذا ذهب احدكم الي الغائط فليذهب معه بثلاثة احجار يستطيب بهن فانها تجزئ عنه

“Apabila seseorang di antara kalian pergi ke ‘kamar kecil’, hendaklah ia pergi dengan membawa serta tiga buah batu untuk beristinja (bersuci ; mehper). Sesungguhnya tiga buah batu itu telah mencukupi (untuk bersuci)”.

Semakna dengan batu adalah segala benda padat yang kering dan suci, serta bias menghilangkan dzat najis, seperti kertas, batu bata, dan lain-lain.

Diriwayatkan oleh Abu Daudm , At-Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abu Huraeroh ra dari Nabi SAW beliau bersabda : “Ayat ini diturunkan pada Ahli Quba’  :

فيه رجال يحبون ان يتطهروا والله يحب المطهرين

“Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Alloh menyukai orang-orang bersih”. (Q.S At-Taubah ; 108).

Sabda beliau pula : “Mereka (orang-orang Quba’) pada bersuci (beristinja) dengan air.  Lalu turunlah ayat ini di antara mereka”. *** Wallohu a’lam (iqbal1 ; Ref. Attadzhieb).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: