Anehdot : Komunikasi Alam Gaib Ali bin Abi Tholib RA

Said bin Musayyab menceritakan bahwa ia dan para sahabat menziarahi makam-makam di Madinah bersama Ali bin Abi Thalib RA.

Ali lalu berseru, “Wahai para penghuni kubur, semoga berkah dan rahmat dari Allah senantiasa tercurah kepada kalian. Beritahukanlah keadaan kalian kepada kami, dan kami juga akan memberitahukan keadaan kami kepada kalian.”

Lalu terdengar jawaban, “Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah senantiasa tercurah untukmu, wahai amîrul mukminîn. Kabarkan kepada kami tentang hal-hal yang terjadi setelah kami.”

Ali berkata, “Istri-istri kalian sudah menikah lagi. Kekayaan kalian sudah dibagi-bagi. Anak-anak kalian berkumpul dalam kelompok anak-anak yatim. Bangunan-bangunan yang kalian dirikan sudah ditempati musuh-musuh kalian. Inilah kabar dari kami. Lalu bagaimana kabar kalian?”

Salah satu penghuni kubur menjawab, “Kain kafan telah koyak, rambut telah rontok, kulit mengelupas, biji mata terlepas di atas pipi, hidung mengalirkan darah dan nanah. Kami mendapatkan pahala atas kebaikan yang kami lakukan dan mendapatkan kerugian atas kewajiban yang yang kami tinggalkan. Kami bertanggung jawab atas perbuatan kami.” (Riwayat al-Baihaqi). *** 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: