Maulid : Telah Datang Kepadamu Seorang Rasul (Q.S : At-Taubah : 128)

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌعَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS : 9 : 128).

Ayat ini sekalipun khusus ditujukan kepada bangsa Arab di masa Nabi, tetapi juga ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Semula ditujukan kepada orang Arab di masa Nabi, karena kepada merekalah Al-quran mula-mula disampaikan, karena Al-quran itu dalam bahasa Arab. Tentulah orang Arab yang paling dapat memahami dan merasakan ketinggian ayat-ayat Al-quran itu. Dengan demikian mereka mudah pula menyampaikan kepada orang-orang selain bangsa Arab. Jika orang-orang Arab sendiri tidak mempercayai Muhammad dan Al-quran, tentu orang-orang selain orang Arab lebih sukar mempercayainya.

Ayat ini seakan-akan mengingatkan orang-orang Arab sebagaimana bunyinya : Hai orang-orang Arab, telah diutus seorang rasul dari bangsamu sendiri yang kamu mengetahui sepenuhnya asal-usul kepribadiannya. Kamu lebih mengetahuinya dari orang-orang lain.

Sebagian mufassirin menafsirkan perkataan “rasulun min anfusikum” dengan hadis :

قال صلى الله عليه وسلم : إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل واصطفى قريشا من كنانة واصطفى بني هاشم من قريش واصطفاني من بني هاشم

Artinya : Bersabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah telah memilih Bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari Bani Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari suku Quraisy, dan Allah telah memilihku dari Bani Hasyim.” (H.R. Muslim dan Tirmizi dari Wasilah bin Asqa’).

Dari ayat dan hadis di atas dapat dipahami tentang kesucian keturunan Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku-suku pilihan dari suku-suku bangsa Arab. Dan orang-orang Arab mengetahui benar tentang hal ini. Nabi Muhammad SAW berasal dari keturunan orang-orang yang baik dan terhormat. Mempunyai sifat-sifat yang tinggi dan agung pula, yaitu :

1. Dia merasa tidak senang jika umatnya ditimpa sesuatu yang tidak diingini, seperti ditimpa kehinaan karena dikuasai dan diperhamba oleh musuh-musuh kaum muslimin. Sebagaimana ia tidak senang pula melihat umatnya ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti.

2. Sangat menginginkan agar umatnya mendapat taufik dari Allah, bertambah kuat imannya dan bertambah baik keadaannya. Keinginan beliau ini dilukiskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

إِنْ تَحْرِصْ عَلَى هُدَاهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ يُضِلُّ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Artinya : Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong. (Q.S. An Nahl: 37).

Dan Allah berfirman :

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Artinya : Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. (Q.S. Yusuf: 103).

3. Sangat belas kasihan dan amat penyayang kepada kaum muslimin. Keinginannya ini tampak pada tujuan risalah yang disampaikannya, yaitu agar manusia hidup berbahagia di dunia dan di akhirat nanti. Dalam ayat ini Allah memberikan dua macam sifat kepada Nabi Muhammad saw. yang kedua sifat itu merupakan sifat-Nya sendiri, termasuk di antara “asmaulhusna”, yaitu sifat “rauf” (amat belas kasihan) dan sifat “rahim” (penyayang) sebagai tersebut dalam firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya : Sesungguhnya Allah benar-benar amat Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Q.S. Al-Baqarah: 143).

Pemberian kedua sifat ini kepada Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa Allah SWT menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul yang dimuliakan-Nya.

***

Ref. Tafsir Indonesia / Jalalain / Surah At Taubah 128 :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

(Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri) dari kalangan kalian sendiri, yaitu Nabi Muhammad SAW. (berat terasa) dirasa berat (olehnya apa yang kalian derita) yaitu penderitaan kalian, yang dimaksud ialah penderitaan dan musibah yang menimpa diri kalian (sangat menginginkan bagi kalian) hidayah dan keselamatan (lagi terhadap orang-orang mukmin amat belas kasihan) sangat belas kasihan (lagi penyayang) ia selalu mengharapkan kebaikan bagi mereka.

***

Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Al-Anbiya : 107). Wallohu Subhaana Wa Ta’alaa Bil A’lam *** (Iqbal1)

2 Balasan ke Maulid : Telah Datang Kepadamu Seorang Rasul (Q.S : At-Taubah : 128)

  1. Ali Ridlwan At Tahfiedz mengatakan:

    Like It…

  2. khan mengatakan:

    super sekali…
    tapi mohon penulisan penggalan ayat Laqad Jaa akum dan seterusnya, tidak perlu diawali basmalah… karena seingat saya, khusus surat at-taubah, tidak boleh diawali dengan bacaan basmalah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: