Nasihat Luqman kepada Anaknya

Tafsir Indonesia Surat Luqman 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Terjemah (Ma’nahu walloohu subhaana wa ta’alaa bil a’lam) : Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.  (QS. 31 : 13).

Allah SWT memperingatkan kepada Rasulullah SAW nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu. Nasihat itu ialah : “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar”.

Mempersekutukan Allah dikatakan kelaliman, karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu -yang melimpahkan nikmat dan karunia itu-. Dalam hal ini menyamakan Allah SWT sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat sesuatupun.

Dikatakan bahwa perbuatan itu adalah kelaliman yang besar, karena yang disamakan itu ialah Allah SWT Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan menghambakan diri kepada Nya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Ibnu Masud, ia berkata : tatkala turun ayat :

الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون

Artinya : Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al An’am : 82).

Maka timbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah SAW karena mereka berpendapat bahwa amat beratlah rasanya tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman. Lalu mereka berkata kepada Rasulullah SAW : “Siapakah di antara kami yang tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman?. Maka Rasulullah SAW menjawab : “Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman : -Hai anakku, jangan kamu memperserikatkan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman yang besar-“.

Dari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :

يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة

Artinya :  “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (Q.S. At Tahrim : 6).

Jika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Sayidina Luqman sangat melarang anaknya melakukan syirik. Larangan ini adalah suatu larangan yang memang patut di sampaikan Sayidina Luqman kepada putranya karena mengerjakan syirik itu adalah -suatu perbuatan dosa yang paling besar-.

***

Anak adalah -senantiasa yang menghidupkan harapan-. Sambungan hidup dari orang tuanya, cita-cita yang tidak mungkin dapat dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkan anak-nya lah yang akan mencapainya. Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya di samping budi pekerti yang luhur sangat diharapkan agar anak-anaknya menganut dan memiliki semuanya itu di kemudian hari.

Seakan-akan dalam ayat ini diterangkan bahwa Sayidina Luqman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya. Yaitu telah menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur. Cara Sayidina Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim. Semoga dari tulisan ini ada manfaat. Wallohu a’lam *** (iqbal1).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: