Insert : “Rumah Tanpa Pintu”

Abul ‘Ulaa alias Asy’ab nama aslinya Syu’aib bin Jubair, dulunya budak milik ‘Aisyah binti ‘Utsman bin ‘Affan, kemudian dimerdekakan. Ia lantas hidup bergantung pada pemberian atau bersiasat nebeng makanan orang, sampai-sampai dijadikan “ikon” ketamakan. Tamak adalah watak cenderung tergiur pada apa yang ada di tangan orang lain.

Asy’ab memang teramat miskin. Dan tidak berkurang kemiskinannya hingga beristri dan beranak. Suatu hari ia sedang berjalan-jalan dengan anaknya ketika bertemu dengan serombongan orang mengusung jenazah ke kuburan.

“Lihatlah jenazah itu, Nak!” Asy’ab ingin memanfaatkan momentum untuk mendidik anaknya, “mereka membawanya ke rumah yang tak berpintu, tanpa tempat tidur, tanpa makanan, tak ada roti maupun air”.

“Ya ampun, Abah!” anaknya berseru kaget, “jadi mereka akan membawanya ke rumah kita?”.  *** (Terong Gosong).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: